![]() |
![]() |
|
|

| Terpopuler | + |
Polisi Selidiki Asal Senpi dan Granat Milik Satriandi, Gembong Narkoba Riautribratanewsriau.com Polda Riau tengah mendalami pemasok lima pucuk senjata api, granat serta 600 butir lebih peluru aktif yang ditemukan di sebuah rumah yang dijadikan persembunyian dua gembong narkoba kelas kakap yang ditembak mati di Kota Pekanbaru baru–baru ini."Di mana senjata itu didapat, sedang kita dalami. Anggota kita masih terus melakukan pengembangan," ujar Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo sebagaimana dilansir dari kantor berita Riauonline, Selasa (23/7/2019).Eko
Terkait Pelarian Satriandi: Polda Riau Selidiki Dugaan Keterlibatan Orang Dekatnyatribrataewsriau.com Kaburnya Satriandi dari Lapas Kelas IIA Pekanbaru November 2017 lalu masih menyisakan misteri. Bahkan, Polda Riau masih terus menyelidiki dugaan adanya keterlibatan petugas Lapas dalam perkara tersebut.Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita koranMX bahwa pada 9 November 2017 lalu, Satriandi divonis 12 tahun kurungan dan resmi berstatus narapidana dalam kasus pembunuhan berencana menggunakan senjata api.Beberapa hari ditahan, tersangka Narkoba yang pernah melompat dari
Granat dan Senjata Api Dijumpai di Rumah Pecatan Polisi Tribratanewsriau.com Usai tembak-menembak sekitar 30 menit, Selasa pagi, 23 Juli 2019, akhirnya pecatan polisi yang menjadi bandar Narkoba, Satriandi, tewas bersimbah darah dengan lubang peluru di tubuhnya. Tak hanya itu, seorang pengawalnya bernama Ahmad Royani, ikut tewas bersama otak kaburnya ratusan tahanan dari Rutan Sialang Bungkuk, Mei 2017 silam. Belum cukup, di rumah lokasi tembak-menembak tersebut, juga ditemukan granat dan beberapa pucuk senjata api beserta ratusan
Kontak Tembak Dengan Team Buser, Dua Anggota Kartel Narkoba Lintas Negara Tewas Ditembaktribratanewsriau.com. Personil Direktorat Reskrimum Polda Riau melakukan penggerebekan yang berujung dengan kontak tembak antara Team Buser Reskrimum Polda Riau dengan dua orang pelaku kejahatan, SR (31thn) dan AR (29 thn) yang diduga pelaku adalah bagian dari kartel perdagangan Narkotika antar negara di Jalan Sepakat Kel Sidomulyo Barat Kec. Tampan Pekanbaru tadi pagi (23/07/2019) Dalam keterangan kepada kepada Pers, Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengatakan
Lima Saksi Diperiksa Soal Dugaan Penghinaan Gubernur Riautribratanewsriau.com Penyidik Polda Riau panggil pihak PSPS Riau untuk menindak lanjuti proses penyelidikan dugaan penghinaan Gubernur Riau dan wakilnya yang dilakukan suporternya, Curva Nord saat laga melawan PSMS Medan di Stadion Kaharuddin Nasution."Interview untuk pihak PSPS Riau. Rencana minggu ini kita laksanakan. Untuk Gubernur (Korban,red) juga akan dimintai keterangannya terkait kasus ini," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hadi Poerwanto kepada riaulink com,
Terkait kasus Penghinaan Gubernur: Polda Agendakan Pemanggilan Gubernur Riautribratanewsriau.com Direktorat Reserse Kriminal Umum (Diteskrimum) Polda Riau terus mengusut kasus penghinaan terhadap Gubernur Riau oleh suporter PSPS, Curva Nord. Penyidik mengagendakan pemanggilan terhadap Gubernur Riau untuk diperiksa sebagai saksi korban."Gubernur akan dimintakan keterangan terkait korban. Tinggal komunikasi dengan beliau," ujar Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Hadi Poerwanto, saat dijumpai di Kantor Kejati Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Senin