![]() |
![]() |
|
|

| Terpopuler | + |
tribratanewasriau. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau sepertinya mulai mengendus adanya dugaan keterlibatan perusahaan dalam melakukan pembakaran lahan dan hutan (Karlahut). Sejauh ini, ada dua perusahaan tengah diselidiki polisi.Kedua perusahaan tersebut berada di Kabupaten Rohul, antara lain PT APSL di Kecamatan Bonai Darussalam dan PT BDB. Ini bermula saat terdeteksinya titik api. Usut punya usut, ternyata sudah ratusan hektar lahan mereka membara hebat."Dua perusahaan di Rohul
Polda Riau Tetapkan 85 Orang Tersangka Kasus Pembakaran Hutan dan Lahan di RiauTBnewsriau - Polda Riau dan jajaran sudah menetapkan 85 tersangka terkait kasus pembakran hutan dan lahan.Sebanyak 85 orang itu merupakan tersangka perorangan. Sebagian mereka tertangkap tangan sedang membakar lahan, dan sisanya hasil penyidikan kepolisian, di tiap-tiap Polres di Riau."Total perkara 67 laporan polisi (LP) dengan total 85 tersangka. 16 kasus sudah proses penyidikan, dua perkara dalam penyelidikan, satu perkara tahap I, dan 47 perkara sudah P-21," kata Kabid Humas Polda Riau,
Menyoal SP3 kasus Karlahut di Riau, tribatanewsriau. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) yang dikeluarkan Polda Riau terhadap 15 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak dilakukan berbarengan."Saya koreksi, Kasus SP3 itu bukan dilakukan secara serentak. Itu sudah terjadi bertahap sejak 2015 Januari, terakhir bulan Mei," ungkapnya, Kamis (18/8).Lebih lanjut, Tito meminta agar masyarakat tidak hanya melihat kasus yang telah SP3 saja, tetapi juga kasus-kasus
Evaluasi SP3 Kasus Karhutla Riau,tribratanewsriau. Mabes Polri mengirimkan tim gabungan ke Polda Riau untuk mengevaluasi keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapolri Tito Karnavian mengatakan Komisi III DPR juga sudah meninjau langsung lokasi dan berdialog dengan penyidik."Setelah kita investigasi, ada yang tidak ada tersangkanya. Terbakar di suatu tempat tapi tidak tahu siapa yang bakar. Otomatis ini tidak bisa diajukan. Kemudian ada lagi yang terbakar dari
Kapolda Riau Tinjau Langsung Kebakaran DI Kab. Rokan HilirTBnewsriau - Kebakaran lahan di perkebunan kelapa sawit milik warga yang sedang bersengketa di desa Rantau Bais, kecamatan Tanah Putih kabupaten Rokan Hilir, Riau sejak Senin (15/8) . Luas kebun sawit yang berkarakteristik tanah gambut ini sekitar 25 hektare, milik Teguh Santoso."Berdasarkan hasil penyelidikan, lahan ini milik Teguh Santoso. Tadi saat puluhan personil Brimob memadamkan api disini, anggota Ditreskrimsus mencari pelaku, namun belum ditangkap masih kita kejar," ujar Kapolda Riau
Di duga adanya permainan hargaTribratanewsriau. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau berencana menelusuri terkait dugaan kejanggalan pada sejumlah proyek di gedung rakyat, DPRD Provinsi Riau. Kenapa tidak, untuk fasilitas buang hajat (WC) saja dananya mencapai Rp 1,070 miliar. Padahal, bentuk WC anggota dewan tersebut biasa-biasa saja, namun biaya rehabnya menghabiskan anggaran sebesar Rp1,070 miliar, dengan volume 42 kamar, yang dikerjakan atau dilaksanakan oleh CV Putri Sribunga."Bisa, bisa saja (anggota) kita datang ke